Kampung Waidim
Sebuah kampung pesisir di Pulau Salawati, Distrik Salawati Utara. Dua ratus tujuh puluh enam jiwa, enam puluh delapan kepala keluarga, dua rukun tetangga. Halaman ini dibuat agar Waidim punya alamat sendiri di internet, dan agar datanya dapat dibaca siapa saja.
- 276Jiwa
- 68Kepala keluarga
- 2Rukun tetangga
- 9Aparat kampung
Sumber: lembar resmi Pemerintah Kampung Waidim.
Satu catatan tentang Waidim yang terekam di luar lembar data.
Sasi mangrove, 25 Januari
Kepala Kampung Waidim turut serta dalam upacara sasi adat yang menutup hutan bakau dari penebangan, di Kasim Raja, Salawati Utara. Ia berdiri bersama kepala kampung Jefman Timur, Jefman Barat, Kapatlap, Samate, Wamega, Wailem, dan Waibu. Upacara dipimpin Taher Arfan, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kalanafat, disaksikan Danramil Samate dan Kepala Distrik Salawati Utara, dan difasilitasi Conservation International Indonesia. Alasannya sederhana dan mendesak: bakau terlalu sering ditebang, padahal di akarnya biota laut mencari makan.
Sumber akademikBuletin Konservasi Biodiversitas Raja4, Vol. 2 No. 2, Februari 2013, ISSN 2338-5421Catatan: Terbitan konsorsium UNIPA, Universitas Brawijaya, LIPI, dan Conservation International Indonesia.
Mengenal Kampung Waidim
Profil
Letak, identitas administratif, bahasa dan suku, serta layanan dasar yang tercatat.
SelengkapnyaPemerintahan
Kepala Kampung, delapan aparat lain, ketua rukun warga, dan dua ketua rukun tetangga.
SelengkapnyaData
Penduduk menurut jenis kelamin dan menurut rukun tetangga, disajikan apa adanya.
SelengkapnyaYang belum kami ketahui
Beberapa hal sengaja kami biarkan kosong, sebab kami tidak menemukan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Halaman ini akan diperbarui begitu datanya ada.
- Luas wilayah Kampung Waidim belum kami temukan dalam sumber mana pun.
- Rincian mata pencaharian, pendidikan, dan agama penduduk Waidim belum tersedia.
- Status Indeks Desa Membangun dan anggaran kampung belum dapat kami akses.